8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

WNI Mantan Supir menjadi Tentara Bayaran Rusia Tewas di Ukraina

WNI Mantan Supir menjadi Tentara Bayaran Rusia Tewas di Ukraina
8beritanews.com - Nasib tragis menimpa warga negara Indonesia (WNI) bernama Muhammad Taufiq.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan menggiurkan di luar negeri, pria kelahiran Sorong itu justru tewas meregang nyawa di wilayah Donetsk, Ukraina.

Taufiq gugur dalam pertempuran pertamanya sebagai tentara Rusia, hanya berselang beberapa hari setelah ia diterjunkan ke medan perang dengan bekal pelatihan militer kilat selama 10 hari.

Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (HUR) pada Selasa (27/10/2026) membeberkan bahwa perekrut militer Moskwa menemukan Taufiq melalui daftar riwayat hidup (CV) yang ia sebar untuk mencari kerja.

Pria kelahiran 22 Mei 1978 yang pernah berprofesi sebagai sopir taksi di Jakarta dan manajer pertanian itu diduga kuat tergiur iming-iming uang cepat.

Pada 19 April 2026, Taufik menandatangani kontrak militer berdurasi satu tahun di Korolyov, ditugaskan sebagai penembak senapan mesin, dan dikirim ke pusat pelatihan di Voronezh.

Ironisnya, Taufiq hanya menjalani masa pelatihan satu setengah minggu.

Pada awal Mei, ia langsung dikerahkan sebagai pasukan garis depan saat militer Rusia bermanuver dari permukiman Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve.

Intelijen Ukraina menyebut Taufiq tewas seketika, nyaris sesaat setelah ia menginjakkan kaki di medan tempur perdananya.

Kasus Taufiq nyatanya hanyalah puncak gunung es dari masifnya rekrutmen warga asing oleh Moskwa.

Sepanjang tahun 2026 saja, Rusia dilaporkan menargetkan perekrutan 18.500 warga asing, melengkapi hampir 46.000 ekspatriat dari 151 negara yang telah lebih dulu meneken kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Agustus lalu, Ukraina mendeteksi ada sedikitnya delapan WNI yang terjerat pusaran rekrutmen ini, termasuk Rendi Apriyanto (30) yang tewas pada September lalu setelah ditipu dengan janji pekerjaan di bidang logistik.

Fenomena mengerikan ini menjadi peringatan keras bagi para pencari kerja agar tidak mudah terbuai oleh tawaran gaji fantastis yang berujung pada hilangnya nyawa di garis depan peperangan antarnegara.

*8beritanews.com