8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Terbatasnya Sumber Daya Air, Begini Cara Negara Teluk Memiliki Air Bersih.

Terbatasnya Sumber Daya Air, Begini Cara Negara Teluk Memiliki Air Bersih.
Timur Tengah - Negara-negara Teluk seperti Saudi Arabia, Qatar, Irak, Bahrein, Iran dan sekitarnya, sebagian besar merupakan wilayah gurun tanpa memiliki sungai permanen.Meskipun tidak memiliki sungai, wilayah ini memiliki aliran air musiman yang disebut Wadi, yang hanya mengalir ketika hujan turun.

Dengan kondisi alam yang tandus, negara-negara di kawasan Teluk sangat bergantung pada air tanah dan teknologi desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air di kota-kota, kawasan industri, serta sektor pertanian dan pemukiman.

Lalu bagaimana negara-negara Teluk Timur Tengah mampu memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan gabungan populasi 62 juta warga Teluk ?

Perang Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran yang sedang terjadi saat ini turut serta mengungkap kerentanan infrastruktur air penting di wilayah negara-negara Teluk.

Karena Keterbatasan tersebut Teknologi di Negara Teluk menggunakan metode pengolahan Air Laut yang disebut Desalinasi. Desalinasi adalah proses menghilangkan garam dan mineral dari air laut sehingga air tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan manusia, seperti air minum dan irigasi.

Proses ini umumnya dilakukan melalui dua metode utama, yaitu distilasi termal dan osmosis terbalik (reverse osmosis).

Secara Teknologi satu-satunya cara untuk menghilangkan garam dari air adalah dengan merebus air laut lalu mengumpulkan uapnya untuk mendapatkan air tawar. Prinsip inilah yang menjadi dasar metode distilasi termal.

Dalam praktiknya, air laut terlebih dahulu dipompa ke dalam fasilitas pengolahan. Di sana, air akan melewati berbagai filter untuk menghilangkan pasir, alga, dan partikel lainnya.

Setelah itu, air dipanaskan hingga menghasilkan uap, sementara garam dan mineral tertinggal. Uap tersebut kemudian didinginkan hingga mengembun dan berubah menjadi air murni hasil distilasi.

Setelah proses ini selesai, sejumlah mineral biasanya ditambahkan kembali ke dalam air, lalu air tersebut didisinfeksi untuk memastikan aman untuk diminum.

Tahap terakhir adalah memompa air tersebut ke jaringan pipa kota atau mengemasnya dalam botol untuk digunakan di rumah tangga, bisnis, dan industri.

Sementara itu, osmosis terbalik menggunakan pompa bertekanan tinggi untuk mendorong air laut melewati membran semipermeabel.

Membran ini menahan garam dan mineral, sementara molekul air dapat melewatinya sehingga menghasilkan air yang lebih bersih.

Metode ini kini menjadi bentuk desalinasi yang paling banyak digunakan karena biaya operasinya lebih murah, menggunakan energi lebih sedikit, dan tidak menyebabkan polusi termal akibat pembuangan air panas ke laut seperti yang dapat terjadi pada metode distilasi termal.

Negara-negara Teluk menghasilkan sekitar 40 persen dari total air hasil desalinasi di dunia, dengan lebih dari 400 pabrik desalinasi yang beroperasi di sepanjang garis pantai mereka.

Bertahan tanpa Air Yang berproses secara Alami di Negara Negara Teluk menciptakan Teknologi yang mampu di lakukan oleh Sumber Daya Manusia untuk terus bertahan hidup.

*8beritanews.com