8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Status Tanggap Darurat Berakhir Sampah Tangsel Masih di Buang ke Cilowong

Status Tanggap Darurat Berakhir Sampah Tangsel Masih di Buang ke Cilowong
Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih berusaha menyelesaikan masalah Sampah yang menjadi persoalan di Masyarakat Kota Tangerang Selatan saat ini. Walikota Benyamin memaparkan
perkembangan penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan setelah berakhirnya status tanggap darurat.

Benyamin menegaskan, bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang tidak lagi difungsikan sebagai TPA, melainkan akan dialihkan menjadi tempat pemrosesan akhir berbasis teknologi.

“Ya alhamdulillah, prinsipnya sudah ketemu jalan ya. Yang pertama bahwa Cipeucang tetap tidak akan kita gunakan sebagai tempat pembuangan akhir, tapi di situ akan kita jadikan tempat pemrosesan akhir sampah dengan pendekatan teknologi tentunya.” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pengolahan sampah, Pemkot Tangsel juga menjalin kerja sama dengan Cilowong dalam skema PSEL. “Kemudian untuk memenuhi kebutuhan sampah di daerah yang lain, untuk PSEL ini kan harus 1.000 ton, maka kami kemudian melakukan kerjasama kan dengan Cilowong yang alhamdulillah sudah berjalan.” kata Benyamin.

Saat ini, lanjut Benyamin, pengangkutan sampah ke Cilowong hampir mencapai kapasitas maksimal. “Sekarang kapasitasnya sudah hampir mencapai maksimal, 400 ton sekarang ini, kurang lebih 70 truk per malam, 70 kali 4, 280 ton per hari per malamnya kita angkut ke sana.” tambahnya

Namun demikian, Benyamin menekankan, bahwa fokus utama Pemkot Tangsel ke depan adalah pengelolaan sampah dari hulu, yakni langsung di tingkat masyarakat. Salah satunya melalui program pembuatan lubang biopori di setiap kelurahan.

“Kita, saya sudah targetkan setiap kelurahan paling tidak membuat lubang biopori di masyarakat itu 1.000 sampai 2.000 lubang.” jelasnya

Selain itu, Pemkot Tangsel juga membangun fasilitas TEBA modern di kantor-kantor pemerintahan sebagai upaya pemusnahan sampah mandiri.

“Demikian juga dengan TEBA modern ya, itu kita bikin di kantor-kantor pemerintah, kantor Kelurahan, kantor Kecamatan.” terangnya

Terkait armada pengangkut sampah, Benyamin mengakui, masih terdapat keterbatasan jumlah truk. Namun, Pemkot Tangsel tengah menyelesaikan proses kontraktual pengadaan transporter tambahan.

“Kalau seumpamanya transporter ada, itu ada 42 truk dari pihak swasta yang bisa mengangkut sampah di Tangerang Selatan.” terangnya

Mengenai perpanjangan status tanggap darurat sampah, Benyamin menegaskan, kebijakan tersebut tidak diperpanjang.
“Tidak diperpanjang. Sementara ini tidak diperpanjang. Sampai hari ini tanggap darurat sampah tidak diperpanjang.” ujarnya

Benyamin menambahkan, kondisi saat ini belum masuk kategori darurat sampah jangka panjang. “Belum sampai kepada darurat sampah, karena beda kalau tanggap darurat sampah kan hanya 14 hari, kalau darurat sampah bisa 6 bulan.” pungkasnya.

*8beritanews.com