Seorang Calon Jemaah Haji Minta Pulang Saat Hendak Berangkat.
Berita Haji - Seorang Calon Jemaah Haji asal Banten menjadi perhatian para pengantar calon Jemaah Haji,
Peristiwa ini terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (22/4/2026).
Seorang jemaah bernama Masuah Marup Mawi (75) yang semula duduk di kursi roda, tiba-tiba berdiri dan berjalan ingin pulang kembali ke rumah.
"Mau pulang," ujarnya singkat.
Melihat kondisi itu, petugas haji langsung bergerak cepat. Mereka menghampiri Masuah, menenangkan, serta membimbingnya kembali ke tempat duduk dengan pendekatan yang ramah.
Pendampingan ini menjadi bagian dari perhatian khusus bagi jemaah lansia, terutama yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti demensia.
Salah satu petugas, Siti Nurlela, menjelaskan bahwa Masuah berangkat tanpa didampingi keluarga sehingga membutuhkan pengawasan lebih intensif.
"Berangkat sendiri tidak bersama keluarga," ujar Siti Nurlela.
Ia menambahkan, dalam setiap rombongan, petugas telah mengenali kondisi jemaah yang memerlukan perhatian khusus.
"Karena nggak ada yang kenal. Kalau dari ketua rombongan memang sudah tau, jadi sudah mengenal sudah paham," lanjutnya.
Menurut Siti, jemaah lansia seperti Masuah akan tetap mendapatkan pendampingan maksimal sepanjang perjalanan ibadah haji.
"Nanti kita ada petugas kesehatan dan petugas haji yang setiap rombongan selalu menemani," ujarnya.
Kehadiran petugas kesehatan dan pendamping di setiap rombongan menjadi kunci untuk memastikan jemaah, khususnya lansia, tetap aman dan nyaman selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
*8beritanews.com
Peristiwa ini terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (22/4/2026).
Seorang jemaah bernama Masuah Marup Mawi (75) yang semula duduk di kursi roda, tiba-tiba berdiri dan berjalan ingin pulang kembali ke rumah.
"Mau pulang," ujarnya singkat.
Melihat kondisi itu, petugas haji langsung bergerak cepat. Mereka menghampiri Masuah, menenangkan, serta membimbingnya kembali ke tempat duduk dengan pendekatan yang ramah.
Pendampingan ini menjadi bagian dari perhatian khusus bagi jemaah lansia, terutama yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti demensia.
Salah satu petugas, Siti Nurlela, menjelaskan bahwa Masuah berangkat tanpa didampingi keluarga sehingga membutuhkan pengawasan lebih intensif.
"Berangkat sendiri tidak bersama keluarga," ujar Siti Nurlela.
Ia menambahkan, dalam setiap rombongan, petugas telah mengenali kondisi jemaah yang memerlukan perhatian khusus.
"Karena nggak ada yang kenal. Kalau dari ketua rombongan memang sudah tau, jadi sudah mengenal sudah paham," lanjutnya.
Menurut Siti, jemaah lansia seperti Masuah akan tetap mendapatkan pendampingan maksimal sepanjang perjalanan ibadah haji.
"Nanti kita ada petugas kesehatan dan petugas haji yang setiap rombongan selalu menemani," ujarnya.
Kehadiran petugas kesehatan dan pendamping di setiap rombongan menjadi kunci untuk memastikan jemaah, khususnya lansia, tetap aman dan nyaman selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
*8beritanews.com