Pencemaran Gudang Kimia yang Terbakar Sampai Ke Laut Sebabkan Hewan Laut Mati
Pencemaran Sungai Cisadane yang berasal dari residu kimia gudang pestisida yang terbakar di Tangerang Selatan awal pekan ini berdampak pada terbawanya aliran sungai hingga ke wilayah pesisir Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga sampai Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Akibat terbawanya residu kimia tersebut menjadikan hewan laut seperti ikan, kerang, dan udang di perairan bagian utara Kabupaten Tangerang, Banten, diduga mati akibat tercemar residu kimia yang terbawa aliran Sungai Cisadane.
Rosita Sekertariat Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Tangerang, mengatakan, cemaran kimia itu telah berdampak kepada hewan laut sejak Kamis (12/2/26) dan masih berlangsung selama beberapa hari setelahnya.
Rosita menyebut kondisi air laut juga tampak mengalami perubahan seperti berminyak dan bercampur partikel yang menempel. Mengakibatkan banyak nelayan yang memilih tak melaut karena khawatir hasil tangkapannya itu tercemar bahan kimia.
"Kita takutnya karena tidak layak konsumsi ya nanti kita disalahkan masyarakat. Sudah tahu ikan kena limbah kenapa diambil," jelas rosita.
Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono mengimbau agar masyarakat pesisir untuk tidak mengonsumsi dan menjual ikan yang ditemukan mati di sekitaran pantai.
"Kami mengimbau kepada nelayan kita dan tentunya jangan sampai yang dekat-dekat pinggir pantai untuk mencari ikannya," kata Rudi.
Rudi mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil laboratorium pengujian sampel air Sungai Cisadane yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang. pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Penguji Kesehatan Ikan dan Lingkungan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
*8beritanews.com
Akibat terbawanya residu kimia tersebut menjadikan hewan laut seperti ikan, kerang, dan udang di perairan bagian utara Kabupaten Tangerang, Banten, diduga mati akibat tercemar residu kimia yang terbawa aliran Sungai Cisadane.
Rosita Sekertariat Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Tangerang, mengatakan, cemaran kimia itu telah berdampak kepada hewan laut sejak Kamis (12/2/26) dan masih berlangsung selama beberapa hari setelahnya.
Rosita menyebut kondisi air laut juga tampak mengalami perubahan seperti berminyak dan bercampur partikel yang menempel. Mengakibatkan banyak nelayan yang memilih tak melaut karena khawatir hasil tangkapannya itu tercemar bahan kimia.
"Kita takutnya karena tidak layak konsumsi ya nanti kita disalahkan masyarakat. Sudah tahu ikan kena limbah kenapa diambil," jelas rosita.
Sementara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono mengimbau agar masyarakat pesisir untuk tidak mengonsumsi dan menjual ikan yang ditemukan mati di sekitaran pantai.
"Kami mengimbau kepada nelayan kita dan tentunya jangan sampai yang dekat-dekat pinggir pantai untuk mencari ikannya," kata Rudi.
Rudi mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil laboratorium pengujian sampel air Sungai Cisadane yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang. pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Penguji Kesehatan Ikan dan Lingkungan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
*8beritanews.com