8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Pakar Lingkungan IPB, Butuh Waktu Panjang Normalkan Kali Cisadane

Pakar Lingkungan IPB, Butuh Waktu Panjang Normalkan Kali Cisadane
Dahsyatnya tumpahan 20 ton kimia pestisida ke sungai cisadane akibat kebakaran gudang kimia tekno BSD hingga saat ini masih berdampak walau curah hujan sudah menggantikan posisi air kali cisadane setelah hampir satu pekan.

Kimia pestisida sejenis Cypermethrin yang bersifat mudah terikat pada partikel tanah meski sulit larut dalam air. Cypermethrin inilah yang menyebabkan ikan tawes,mujaer nila,baung, keting,sapu sapu biota kali cisadane musnah dan butuh penebaran bibit kembali. Sementara akibat mengikuti arus kali Cisadane hingga ke laut pantai tanjung pasir biota hewan kerang, udang, ikan kerapu, keting laut tanjung pasir ikut mati.

Guru Besar sekaligus Pakar Lingkungan Universitas Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Etty Riani, MS, mengatakan bahwa pencemaran dari pestisida jenis Cypermethrin relatif stabil di dasar perairan. Bahkan, cemaran dari pestisida jenis Cypermethrin akan tertinggal karena mengendap pada sedimen dan pinggir sungai. Maka dari itu, proses pembersihan harus memastikan baik dasar maupun pinggir sungai sudah benar-benar "bersih" dari cemaran pestisida.

"Ya (pestisida) bisa mengendap dan berakumulasi dalam sedimen. Waktu (Pestisida yang tumpah) hilang hanya dalam air, begitu air berganti langsung hilang dua minggu (itu) cukup, tetapi yang di dasar dan pinggir sungai enggak mungkin bisa cepat. Butuh waktu panjang, bisa tahunan baru benar-benar hilang dari ekosistem sungai," jelas Etty.

Butuh keseriusan Pemerintah baik pusat maupun daerah yang terdampak untuk menormalkan kembali kali cisadane agar kali cisadane dan biota kehidupannya kembali tumbuh dan berkembang biak dan beberapa tumbuhan di sekitarnya kembali tumbuh normal.

Hingga saat ini Kementrian Lingkungan Hidup masih berusaha Menormalisasikan Kali Cisadane dari Tumpahan Bahan kimia pestisida akibat terbakarnya gudang kimia di wilayah tekno kota tangerang selatan.

*8beritanews.com