Nama Nama Nyeleneh Orang Betawi Zaman Dulu.
Jakarta - Apakah kita pernah mengetahui kenapa orang Betawi zaman dulu punya nama yang nyeleneh.
Ternyata di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, ada puluhan nisan dengan nama unik kayak Budug bin Tonde, Benteng bin Kentang, sampai H. Tompel bin H. Sairi.
Ada juga Peang bin Juling
Nama itu asli, bukan panggilan bahkan Gang Juling sekarang jadi nama jalan di bekas tanah milik tuan tanah bernama Juling.
Menurut budayawan Betawi Ridwan Saidi, dulu anak yang sakit-sakitan parah dianggap "keberatan nama" oleh dukun. Solusinya? Ganti nama jadi hidup kalau nyaris meninggal, atau kalau sakitnya biasa aja, pakai ciri fisik kayak Peang, Tompel, atau Belek. Pokoknya selamat sampai tua, nama mah terserah!
Sementara itu, ahli linguistik Abdul Chaer bilang, nama-nama nyeleneh ini sebenernya nama poyokan (sapaan sehari-hari) dari nama bagus kayak Abdullah atau Muhammad. Kadang ditambah embelan kayak Entong Golok (karena pekerjaan bikin golok).
Sekarang, nama-nama unik makin langka. Anak-anak keturunan Peang dan Juling udah pakai nama kayak Syifa, Firmansyah, Supriyadi. Orang Betawi zaman sekarang lebih khawatir sama beratnya biaya hidup daripada soal nama.
Tapi di balik nama-nama ini adalah jejak identitas dan sejarah budaya Betawi. Jadi kalau lewat Gang Juling atau Jalan H. Danyong, ingat ya, itu bukan cuma nama nyeleneh, itu pintu buat kenalan sama Jakarta dari sisi paling otentik.
*8beritanews.com
sumber : abad.id
Ternyata di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, ada puluhan nisan dengan nama unik kayak Budug bin Tonde, Benteng bin Kentang, sampai H. Tompel bin H. Sairi.
Ada juga Peang bin Juling
Nama itu asli, bukan panggilan bahkan Gang Juling sekarang jadi nama jalan di bekas tanah milik tuan tanah bernama Juling.
Menurut budayawan Betawi Ridwan Saidi, dulu anak yang sakit-sakitan parah dianggap "keberatan nama" oleh dukun. Solusinya? Ganti nama jadi hidup kalau nyaris meninggal, atau kalau sakitnya biasa aja, pakai ciri fisik kayak Peang, Tompel, atau Belek. Pokoknya selamat sampai tua, nama mah terserah!
Sementara itu, ahli linguistik Abdul Chaer bilang, nama-nama nyeleneh ini sebenernya nama poyokan (sapaan sehari-hari) dari nama bagus kayak Abdullah atau Muhammad. Kadang ditambah embelan kayak Entong Golok (karena pekerjaan bikin golok).
Sekarang, nama-nama unik makin langka. Anak-anak keturunan Peang dan Juling udah pakai nama kayak Syifa, Firmansyah, Supriyadi. Orang Betawi zaman sekarang lebih khawatir sama beratnya biaya hidup daripada soal nama.
Tapi di balik nama-nama ini adalah jejak identitas dan sejarah budaya Betawi. Jadi kalau lewat Gang Juling atau Jalan H. Danyong, ingat ya, itu bukan cuma nama nyeleneh, itu pintu buat kenalan sama Jakarta dari sisi paling otentik.
*8beritanews.com
sumber : abad.id