Musim Kemarau DPRD Meminta Pemkot Tangerang Normalisasi Saluran Air
Kota Tangerang - DPRD Kota Tangerang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang segera memanfaatkan musim kemarau untuk mempercepat normalisasi saluran air sebagai langkah mitigasi menghadapi musim penghujan.
Upaya tersebut dinilai penting agar potensi banjir di sejumlah wilayah dapat diminimalkan melalui penanganan yang lebih efektif.
Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, mengatakan musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang memerlukan penanganan.
Proses tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah normalisasi sekaligus memperkuat sistem tata air di Kota Tangerang.
“Informasi yang kami terima dari BMKG maupun BRIN menunjukkan potensi musim kemarau yang cukup panjang. Meski demikian, kita juga harus tetap mengantisipasi perubahan iklim yang bisa membuat kondisi cuaca berubah sewaktu-waktu. Karena itu, momen musim kemarau ini harus dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan titik-titik yang membutuhkan penanganan agar mampu menjadi bagian dari sistem tata air dalam memitigasi risiko banjir,” ujarnya, Jumat (24/7/26).
Arief mengatakan, setelah pemetaan dilakukan, pemerintah dapat menyusun analisis kebutuhan, baik dari sisi pekerjaan maupun sumber daya yang diperlukan. Menurutnya, pelaksanaan normalisasi saat musim kemarau juga lebih efektif karena kondisi debit air lebih rendah sehingga pekerjaan di lapangan dapat berjalan lebih optimal.
*8beritanews.com
Upaya tersebut dinilai penting agar potensi banjir di sejumlah wilayah dapat diminimalkan melalui penanganan yang lebih efektif.
Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, mengatakan musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang memerlukan penanganan.
Proses tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah normalisasi sekaligus memperkuat sistem tata air di Kota Tangerang.
“Informasi yang kami terima dari BMKG maupun BRIN menunjukkan potensi musim kemarau yang cukup panjang. Meski demikian, kita juga harus tetap mengantisipasi perubahan iklim yang bisa membuat kondisi cuaca berubah sewaktu-waktu. Karena itu, momen musim kemarau ini harus dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan titik-titik yang membutuhkan penanganan agar mampu menjadi bagian dari sistem tata air dalam memitigasi risiko banjir,” ujarnya, Jumat (24/7/26).
Arief mengatakan, setelah pemetaan dilakukan, pemerintah dapat menyusun analisis kebutuhan, baik dari sisi pekerjaan maupun sumber daya yang diperlukan. Menurutnya, pelaksanaan normalisasi saat musim kemarau juga lebih efektif karena kondisi debit air lebih rendah sehingga pekerjaan di lapangan dapat berjalan lebih optimal.
*8beritanews.com