8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Misteri Duka Indonesia dari Karhutla, Erupsi Gunung hingga Korban Hilang di Lautan

Misteri Duka Indonesia dari Karhutla, Erupsi Gunung hingga Korban Hilang di Lautan
8beritanews.com - Duka beruntun menyelimuti negeri ini. Di saat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih membuat sesak dada dan terjadinya Erupsi Lima Gunung berapi secara bersamaan kini muncul kabar duka dari gemuruh suara ombak lautan lepas perairan nasional.

Lima Jurnalis Wartawan Foto belum diketahui jejaknya. Mereka bersama tiga awak speedboad yang ditumpangi, berniat meliput dari jarak dekat aktifitas Gunung Anak Krakatau pasca erupsi yang menebarkan abu keberbagai Kota.

Mereka menggunakan speedboad KM Arupadhatu berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Ketika itu, sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin, 7 September 2026.

Komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 14.42 hingga 15.04 WIB pada Senin itu. Selanjutnya, sunyi. Mereka tak bisa dikontak lagi, kendati pun lewat bermacam alat komunikasi.

Kelima jurnalis itu, yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal Husni jurnalis lepas. Tiga lainnya awak kapal: Warta, kapten berusia 55 tahun; Surakman, anak buah kapal berusia 60 tahun; dan Heriyanto, pemandu berusia 49 tahun.

Belum selesai ditemukan nya ke Lima Jurnalis tersebut, Kabar Duka kembali datang perhatian publik tiba-tiba terpecah oleh tragedi lebih memilukan di Laut Jawa.

Kapal motor penumpang, KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang dari Surabaya menuju Banjarmasin, tenggelam digulung ombak lautan. Kapal ini setelah meninggalkan Dermaga Tanjung Perak Surabaya, kemudian hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA, Minggu, 13 September 2026.

Ternyata, kapal dalam perjalanan di tengah lautan menghadapi cuaca buruk. Kapal mengalami listing atau kondisi miring. Suasana panik penumpang digambarkan jerit tangis terdengar di sana sini. Selanjutnya, kapal perlahan terbalik. Seluruh penumpang berhamburan terjun ke laut. Ada yang menggunakan alat bantu pelampung, kapal sekoci, bahkan ada terjun ke laut tanpa alat bantu apa pun.

Aparat pemerintah setelah dikerahkan serentak melakukan evakuasi, hingga Minggu siang berhasil mengevakuasi 103 orang. Enam di antaranya meninggal dunia, 97 orang selamat. Sementara itu, ada 140 nama penumpang yang masih dalam pencarian.

Duka terus menyelimuti Negara Indonesia dua tragedi terjadi hampir bersamaan. Di Selat Sunda, delapan orang masih dicari. Di Laut Jawa, 129 nyawa penumpang masih menjadi tanda tanya.

Siapa pun yang bukan keluarga korban sering merasa laut itu luas hanya karena melihat cakrawala. Bagi keluarga korban, lautan hari ini bisa jadi jauh lebih luas dari sangka tentang laut. Terlalu luas untuk mencari satu wajah korban. Terlalu dalam untuk menemukan satu suara korban.

Semoga operasi SAR menemukan mereka. Semoga yang masih hidup bisa diselamatkan. Semoga yang telah pergi diberi tempat terbaik. Semoga keluarga yang menunggu diberi kekuatan.

*8beritanews.com