8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Mengapa Indeks Harga Saham Gabungan Terjun Bebas ?

Mengapa Indeks Harga Saham Gabungan Terjun Bebas ?
8beritanews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Setelah anjlok parah hingga 11,57% ke level 5.185,11 pada perdagangan Jumat kemarin, tekanan jual massal masih berlanjut hari ini, Senin (19/10/2026).

IHSG jebol ke bawah level psikologis dan sempat menyentuh level 4.961,88.

Kondisi IHSG ini menjadi salah satu penurunan harian terdalam yang dialami pasar modal Indonesia sejak krisis moneter Januari 1998.

Terjun Bebasnya IHSG ini disebabkan oleh Sentimen Negatif dari Usulan MSCI, yaitu Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market (Pasar Berkembang) menjadi Standalone Market (Pasar Mandiri).

MSCI menyoroti masalah serius terkait transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, dugaan coordinated trading (perdagangan terkoordinasi), dan efektivitas penegakan aturan domestik.

Jika ini final, saham RI terancam keluar dari indeks global dan memicu penarikan dana asing (outflow) secara masif.

IHSG juga mengalami Tekanan Makro & Geopolitik Global Lonjakan inflasi produsen (PPI) Amerika Serikat yang berada di atas konsensus meningkatkan kecemasan bahwa suku bunga The Fed akan tetap tinggi lebih lama (higher-for-longer).

Sentimen ini, ditambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, membuat investor global beralih ke aset aman (safe haven) berdenominasi dolar AS.

Yang paling krusial menurun nya IHSG adalah penyebab melemahnya Rupiah Seiring kaburnya modal asing, nilai tukar rupiah dilaporkan ikut tertekan hingga sempat menyentuh kisaran Rp18.070 per dolar AS.

*8beritanews.com