8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Langkah Kementrian PU dalam Pemulihan Layanan Air Bersih Pasca Bencana Banjir

Langkah Kementrian PU dalam Pemulihan Layanan Air Bersih Pasca Bencana Banjir
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus melakukan upaya intensif dalam pemulihan layanan air bersih pascabencana banjir yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Fokus penanganan diarahkan pada perbaikan dan peningkatan infrastruktur air minum yang terdampak agar layanan kepada masyarakat dapat kembali optimal.

Salah satu infrastruktur yang terdampak signifikan adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Pascabanjir, IPA tersebut mengalami penurunan kapasitas produksi akibat tingginya tingkat kekeruhan air baku pada intake Kampung Koto. Kondisi ini menyebabkan proses pengolahan air tidak dapat berjalan secara maksimal dan berdampak pada kualitas air bersih yang dihasilkan.

Sebagai langkah penanganan darurat, Ditjen Cipta Karya melakukan pembangunan bak pra-sedimentasi di intake Kampung Koto. Infrastruktur ini berfungsi untuk menurunkan tingkat kekeruhan air baku sebelum masuk ke proses pengolahan utama. Pekerjaan pembangunan bak pra-sedimentasi tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi. Salah satu rencana utama adalah relokasi IPA Gunung Pangilun dengan kapasitas 500 liter per detik yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2027–2028.

Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya, Oscar Siagian, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan layanan air bersih bagi masyarakat, khususnya pascabencana.

“Pemulihan layanan air minum menjadi prioritas kami karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dirancang berkelanjutan agar sistem penyediaan air minum lebih tangguh terhadap bencana di masa mendatang,” ujar Oscar.

Oscar menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta operator air minum setempat sangat penting untuk memastikan seluruh tahapan penanganan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.


Melalui berbagai langkah tersebut, Ditjen Cipta Karya berharap akses air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatera Barat dapat segera pulih dan kualitas layanan air minum ke depan menjadi lebih andal dan berkelanjutan.

*8beritanews.com/rilis