Kisah Pemuda Disabilitas Kumpulkan Uang untuk beli Hewan Kurban.
Berita Idul Adha - Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi, Arif, pemuda disabilitas berusia 36 tahun asal Bekasi, membuktikan bahwa ketulusan untuk berbagi tidak ditentukan oleh keadaan.
Dari hasil memulung kardus dan bekerja serabutan, ia menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit hingga akhirnya mampu membeli seekor hewan kurban.
Sehari-hari, Arif bekerja sebagai pemulung kardus di kawasan Bekasi Utara sejak pagi hingga malam.
Kardus bekas yang ia kumpulkan kemudian dijual kepada pengepul untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus ditabung.
Selain itu, ia juga kerap membantu pekerjaan ringan di lingkungan sekitar, seperti mencuci mangkuk pedagang bakso dan membersihkan area masjid demi mencari rezeki yang halal dan penuh berkah.
Dari hasil kerja keras tersebut, Arif berhasil mengumpulkan uang pecahan kecil, mulai dari recehan hingga lembaran dua ribuan, sampai cukup untuk membeli kambing kurban.
Di wilayah tersebut, harga kambing kurban sederhana umumnya berkisar sekitar Rp2 juta hingga Rp3,5 juta, tergantung ukuran dan bobotnya.
Kisah Arif kemudian viral di media sosial dan mengundang perhatian banyak orang.
Dalam cerita yang beredar, disebutkan ada pihak dermawan yang turut membantu membelikan hewan kurban atas nama Arif sebagai bentuk penghargaan atas ketulusannya.
Melalui keterbatasan yang dimilikinya, Arif memperlihatkan bahwa makna berbagi tidak harus menunggu kaya atau berkecukupan. Ia memilih memulai dari apa yang mampu ia lakukan, sekecil apa pun itu.
Semangat berkurban pada akhirnya bukan hanya tentang besarnya harta, melainkan tentang keikhlasan, ketulusan hati, dan kepedulian terhadap sesama.
sumber : insan hati.
*8beritanews.com
Dari hasil memulung kardus dan bekerja serabutan, ia menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit hingga akhirnya mampu membeli seekor hewan kurban.
Sehari-hari, Arif bekerja sebagai pemulung kardus di kawasan Bekasi Utara sejak pagi hingga malam.
Kardus bekas yang ia kumpulkan kemudian dijual kepada pengepul untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus ditabung.
Selain itu, ia juga kerap membantu pekerjaan ringan di lingkungan sekitar, seperti mencuci mangkuk pedagang bakso dan membersihkan area masjid demi mencari rezeki yang halal dan penuh berkah.
Dari hasil kerja keras tersebut, Arif berhasil mengumpulkan uang pecahan kecil, mulai dari recehan hingga lembaran dua ribuan, sampai cukup untuk membeli kambing kurban.
Di wilayah tersebut, harga kambing kurban sederhana umumnya berkisar sekitar Rp2 juta hingga Rp3,5 juta, tergantung ukuran dan bobotnya.
Kisah Arif kemudian viral di media sosial dan mengundang perhatian banyak orang.
Dalam cerita yang beredar, disebutkan ada pihak dermawan yang turut membantu membelikan hewan kurban atas nama Arif sebagai bentuk penghargaan atas ketulusannya.
Melalui keterbatasan yang dimilikinya, Arif memperlihatkan bahwa makna berbagi tidak harus menunggu kaya atau berkecukupan. Ia memilih memulai dari apa yang mampu ia lakukan, sekecil apa pun itu.
Semangat berkurban pada akhirnya bukan hanya tentang besarnya harta, melainkan tentang keikhlasan, ketulusan hati, dan kepedulian terhadap sesama.
sumber : insan hati.
*8beritanews.com