Hadapi Musim Penghujan Maesyal Rasyid Pastikan Mitigasi Mencegah Banjir
8beritanews.com - Bupati Tangerang Maesyal Rasyid didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Bambang Sapto, Camat Pasar Kemis, serta unsur terkait lainnya melakukan peninjauan untuk memastikan langkah mitigasi dan penanganan banjir yang dilakukan jelang musim penghujan.
Lokasi pertama yang ditinjau adalah Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari. Bupati berdialog langsung dengan warga RW 09, RW 12, dan RW 14 terkait persoalan saluran air yang selama ini menyebabkan banjir.
“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027,” ujar Bupati Maesyal
Menurut dia, penanganan banjir di Perumahan Taman Walet nantinya akan mencontoh normalisasi yang telah dilakukan di Perumahan Taman Elok. Saluran akan disterilkan, ditertibkan, dikeruk dan dinormalisasi melalui dukungan serta kesepakatan warga.
Penanganan banjir di Perumahan Taman Walet nantinya akan mencontoh normalisasi yang telah dilakukan di Perumahan Taman Elok. Saluran akan disterilkan, ditertibkan, dikeruk dan dinormalisasi melalui dukungan serta kesepakatan warga.
“Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini. Kami minta warga juga komitmen untuk bantu kesepakatannya,” tegas Maesyal.
Peninjauan dilanjutkan di Perum Teluk Jakarta dan Perum Kutabumi 2 Kelurahan Kutabumi, termasuk lokasi saluran dan tanggul yang sebelumnya sempat rusak hingga menyebabkan air merendam sejumlah rumah warga.
“Ini bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalisasi, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi,” ucap Maesyal.
Di lokasi Teluk Jakarta Kelurahan Kutabumi, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) telah melakukan normalisasi, pelebaran saluran dari sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter, pembangunan turap serta menyiapkan pemasangan sheet pile untuk memperkuat saluran.
"Mitigasi banjir tidak hanya dilakukan di Pasar Kemis. Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik rawan banjir lainnya di Kabupaten Tangerang, antara lain Binong, Kali Sabi dan Sukadiri dengan mempertimbangkan skala prioritas," ucap Maesyal.
Pemkab Tangerang akan terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Banten untuk penanganan secara terpadu untuk penanganan sungai besar seperti Cimanceri dan Cidurian.
*8beritanews.com
Lokasi pertama yang ditinjau adalah Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari. Bupati berdialog langsung dengan warga RW 09, RW 12, dan RW 14 terkait persoalan saluran air yang selama ini menyebabkan banjir.
“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027,” ujar Bupati Maesyal
Menurut dia, penanganan banjir di Perumahan Taman Walet nantinya akan mencontoh normalisasi yang telah dilakukan di Perumahan Taman Elok. Saluran akan disterilkan, ditertibkan, dikeruk dan dinormalisasi melalui dukungan serta kesepakatan warga.
Penanganan banjir di Perumahan Taman Walet nantinya akan mencontoh normalisasi yang telah dilakukan di Perumahan Taman Elok. Saluran akan disterilkan, ditertibkan, dikeruk dan dinormalisasi melalui dukungan serta kesepakatan warga.
“Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini. Kami minta warga juga komitmen untuk bantu kesepakatannya,” tegas Maesyal.
Peninjauan dilanjutkan di Perum Teluk Jakarta dan Perum Kutabumi 2 Kelurahan Kutabumi, termasuk lokasi saluran dan tanggul yang sebelumnya sempat rusak hingga menyebabkan air merendam sejumlah rumah warga.
“Ini bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalisasi, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi,” ucap Maesyal.
Di lokasi Teluk Jakarta Kelurahan Kutabumi, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) telah melakukan normalisasi, pelebaran saluran dari sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter, pembangunan turap serta menyiapkan pemasangan sheet pile untuk memperkuat saluran.
"Mitigasi banjir tidak hanya dilakukan di Pasar Kemis. Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik rawan banjir lainnya di Kabupaten Tangerang, antara lain Binong, Kali Sabi dan Sukadiri dengan mempertimbangkan skala prioritas," ucap Maesyal.
Pemkab Tangerang akan terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Banten untuk penanganan secara terpadu untuk penanganan sungai besar seperti Cimanceri dan Cidurian.
*8beritanews.com