Gunung Anak Krakatau Erupsi.
Banten - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Kamis (2/7/2026).
Letusan terjadi pada pukul 14:05 WIB dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 200 meter di atas puncak (± 357 mdpl).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan melalui aplikasi MAGMA Indonesia dimana Tinggi Kolom Abu ± 200 meter di atas puncak atau ± 357 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanik teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat laut.
Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 20 detik.
Badan Geologi Kementerian ESDM menghimbau kepada Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif dan selalu mematuhi arahan dari petugas dan memantau informasi resmi dari instansi terkait.
*8beritanews.com
Letusan terjadi pada pukul 14:05 WIB dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 200 meter di atas puncak (± 357 mdpl).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan melalui aplikasi MAGMA Indonesia dimana Tinggi Kolom Abu ± 200 meter di atas puncak atau ± 357 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanik teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong ke arah barat laut.
Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 20 detik.
Badan Geologi Kementerian ESDM menghimbau kepada Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif dan selalu mematuhi arahan dari petugas dan memantau informasi resmi dari instansi terkait.
*8beritanews.com