8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Fenomena Cuaca Bediding di Saat Musim Kemarau.

Fenomena Cuaca Bediding di Saat Musim Kemarau.
Cuaca - Suhu dingin yang terjadi di tengah musim kemarau saat ini dikenal dengan istilah fenomena Bediding.

BMKG mengatakan Fenomena ini merupakan karakteristik musiman yang normal dan bersifat alamiah di wilayah Indonesia, khususnya di bagian selatan garis khatulistiwa seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Suhu udara akan terasa jauh lebih dingin menggigit terutama pada malam, dini hari, hingga menjelang pagi hari.

BMKG menyebutkan bediding merupakan kombinasi dari tiga faktor meteorologi.

1.Aktifnya Angin Monsun Australia yang bertiup membawa massa udara yang bersifat kering dan dingin melewati samudra menuju wilayah Indonesia.

2.Minimnya tutupan awan saat Langit di musim kemarau cenderung bersih tanpa awan. Awan yang biasanya berfungsi seperti "selimut alami" untuk menahan panas bumi menjadi hilang. Akibatnya, energi panas permukaan bumi yang diserap siang hari langsung terlepas bebas ke atmosfer pada malam hari.

3.Gerak Semu Tahunan Matahari dimana Posisi matahari sedang berada di Belahan Bumi Utara (BBU). Hal ini menyebabkan wilayah Indonesia di bagian selatan khatulistiwa menerima intensitas energi dan penyinaran matahari yang lebih sedikit.

Fenomena ini diprediksi berlangsung selama periode puncak musim kemarau, yaitu mulai Juni hingga Agustus atau September 2026.

Kelembapan udara yang rendah dan kering juga mempercepat pelepasan panas tubuh kita sehingga udara terasa lebih menusuk kulit.

Di wilayah dataran tinggi (seperti Dieng atau Bromo), penurunan suhu yang ekstrem bahkan dapat memicu kemunculan embun beku (frost).

*8beritanews.com
sumber:bmkg