Fakta Unik Puasa Ramadan Hanya 1 Jam di Kota Murmansk, Rusia
Setiap tahunnya, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan durasi yang berbeda-beda. Normal nya ibadah Puasa dilakukan dengan durasi antara 12 sampai dengan 13 Jam sehari, Perbedaan ini bergantung pada letak geografis suatu negara dan panjang siang serta malam yang dipengaruhi oleh rotasi bumi.
Namun ada juga umat muslim menjalankan Puasa Ramadan di belahan dunia ini sebagai satu kota dengan durasi puasa paling pendek di dunia nama Kota itu adalah Murmansk, Rusia, yang terletak di dekat Lingkaran Arktik. Fenomena malam kutub dan matahari tengah malam membuat waktu salat di kota ini menjadi sangat unik. Pada bulan Desember, selisih antara Zuhur dan Asar hanya sekitar 10 menit, dan satu menit setelah Asar, waktu Magrib tiba. Akibatnya, umat Muslim di Murmansk pernah menjalankan puasa hanya selama satu jam.
Namun, kondisi ini bisa berubah setiap tahunnya karena pada Ramadan 2025 lalu, umat Muslim di Murmansk berpuasa dengan durasi normal sekitar 12-13 jam sesuai dengan musim dan panduan dari ulama.
Selain Murmansk, Antartika juga mengalami kondisi ekstrem yang memengaruhi durasi puasa. Pada musim panas, matahari bisa bersinar selama 24 jam penuh, sedangkan di musim dingin, matahari tidak terbit sama sekali. Karena tidak memiliki penduduk tetap, umat Muslim yang berada di Antartika biasanya mengikuti waktu negara asal atau negara terdekat dengan durasi siang dan malam yang lebih seimbang.
*8beritanews.com
Namun ada juga umat muslim menjalankan Puasa Ramadan di belahan dunia ini sebagai satu kota dengan durasi puasa paling pendek di dunia nama Kota itu adalah Murmansk, Rusia, yang terletak di dekat Lingkaran Arktik. Fenomena malam kutub dan matahari tengah malam membuat waktu salat di kota ini menjadi sangat unik. Pada bulan Desember, selisih antara Zuhur dan Asar hanya sekitar 10 menit, dan satu menit setelah Asar, waktu Magrib tiba. Akibatnya, umat Muslim di Murmansk pernah menjalankan puasa hanya selama satu jam.
Namun, kondisi ini bisa berubah setiap tahunnya karena pada Ramadan 2025 lalu, umat Muslim di Murmansk berpuasa dengan durasi normal sekitar 12-13 jam sesuai dengan musim dan panduan dari ulama.
Selain Murmansk, Antartika juga mengalami kondisi ekstrem yang memengaruhi durasi puasa. Pada musim panas, matahari bisa bersinar selama 24 jam penuh, sedangkan di musim dingin, matahari tidak terbit sama sekali. Karena tidak memiliki penduduk tetap, umat Muslim yang berada di Antartika biasanya mengikuti waktu negara asal atau negara terdekat dengan durasi siang dan malam yang lebih seimbang.
*8beritanews.com