8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Dalam Satu Bulan Tiga Kepala Daerah di OTT KPK.

Dalam Satu Bulan Tiga Kepala Daerah di OTT KPK.
Jakarta - Dalam Satu Bulan (Juli 2026) diwaktu yang berdekatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Tiga Bupati diberbagai Wilayah.

Ketiga Kepala Daerah tersebut terjerat kasus dugaan suap proyek, gratifikasi, dan pemerasan terhadap aparatur sipil negara.

Berikut Daftar tiga bupati yang terjaring OTT tersebut :
1.Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman AmbyKasus, OTT Suap terkait pengurusan jabatan dan pelepasan kawasan hutan (HPT).

Suhardiman diduga memotong Sisa Hasil Usaha (SHU) petani koperasi hingga setengahnya.

2.Bupati Langkat, Syah Afandin OTT Suap terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, khususnya pada Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) senilai Rp800 juta.

3.Bupati Sukoharjo, Etik Suryani Kasus OTT pemerasan dan permintaan setoran upah pungut di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD).

Barang bukti yang disita meliputi uang tunai hingga miliaran rupiah dan logam mulia.

Rentetan penangkapan ini memicu keprihatinan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan desakan dari DPR RI agar pengawasan serta pembinaan integritas kepala daerah diperketat.

Mengapa kepala daerah gemar korupsi?

Dikutip dari Kompas.com Menurut Guru besar hukum tata negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Agus Riewanto, Korupsi Kepala Daerah yang berkepanjangan merupakan bentuk adanya lingkaran setan.

Dia menjelaskan, lingkaran setan bermula dipengaruhi tingginya biaya untuk berkontestasi pada pemilihan kepala daerah (pilkada) sehingga kepala daerah yang terpilih memiliki 'utang politik' dan akhirnya melakukan segala hal untuk membayar utang tersebut.

"Pengaruhnya sangat besar. Biaya Pilkada yang tinggi menciptakan 'utang politik'," kata Agus,Minggu (12/7/2026).

Agus Mengatakan Setelah menjabat, Kepala Daerah terdorong mengembalikan modal lewat korupsi. Ini lingkaran setan antara politik dan kekuasaan.

Menurut Agus harus ada pembenahan dan pengawasan yang menyeluruh dan serius dari segenap Komponen Bangsa agar Korupsi ini bisa terputus Mata Rantai nya.

*8beritanews.com