Catatan Pendek Peristiwa Bintaro 1987 Hingga Bekasi Timur 2026.
Penulis: Ichsan Sodikin, Pegawai BUMD.
Bekasi - Pernah ingat peristiwa Kecelakaan KA Bintaro, tragedi besar yang terjadi pada 19 Oktober 1987 di lokasi yang sama.
Dua kereta bertabrakan dalam posisi berhadapan. Benturan keras membuat gerbong terdorong dan menimpa lokomotif.
Lebih dari 156 orang meninggal dunia. Peristiwa itu dipicu kelalaian dan miskomunikasi antarpetugas.
Kereta diberangkatkan tanpa koordinasi yang utuh, sementara jalur dalam kondisi padat.
Upaya pengereman sudah dilakukan, tetapi kereta baru berhenti setelah melaju sekitar 200 meter.
Dari Bintaro Tahun 1987 dan Bekasi Timur Tahun 2026, pola yang muncul terasa serupa, yakni gangguan di awal, sistem yang tidak sepenuhnya bekerja, dan koordinasi yang terputus.
Rel akan kembali dilalui kereta. Namun, peristiwa ini meninggalkan jejak yang sama, bahwa tragedi di rel bukan hal baru dan berulang dalam bentuk yang hampir serupa.
Kejadian Bintaro dan Bekasi Timur yang sama sama memakan korban meninggal cukup banyak, merupakan sinyal kuat perubahan dan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah dan jajaran nya di KAI.
Sistem Kenyamanan, Sinyal Pengaturan Kereta Api dan Koordinasi Antara Pintu Kepintu Perlintasan Kereta yang harus segera dibenahi yang menyebabkan Kecelakaan KA dan tidak boleh terulang kembali, karena Kereta Api adalah Kendaraan yang seharusnya nyaman dan aman bagi para penumpangnya.
*8beritanews.com
Bekasi - Pernah ingat peristiwa Kecelakaan KA Bintaro, tragedi besar yang terjadi pada 19 Oktober 1987 di lokasi yang sama.
Dua kereta bertabrakan dalam posisi berhadapan. Benturan keras membuat gerbong terdorong dan menimpa lokomotif.
Lebih dari 156 orang meninggal dunia. Peristiwa itu dipicu kelalaian dan miskomunikasi antarpetugas.
Kereta diberangkatkan tanpa koordinasi yang utuh, sementara jalur dalam kondisi padat.
Upaya pengereman sudah dilakukan, tetapi kereta baru berhenti setelah melaju sekitar 200 meter.
Dari Bintaro Tahun 1987 dan Bekasi Timur Tahun 2026, pola yang muncul terasa serupa, yakni gangguan di awal, sistem yang tidak sepenuhnya bekerja, dan koordinasi yang terputus.
Rel akan kembali dilalui kereta. Namun, peristiwa ini meninggalkan jejak yang sama, bahwa tragedi di rel bukan hal baru dan berulang dalam bentuk yang hampir serupa.
Kejadian Bintaro dan Bekasi Timur yang sama sama memakan korban meninggal cukup banyak, merupakan sinyal kuat perubahan dan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah dan jajaran nya di KAI.
Sistem Kenyamanan, Sinyal Pengaturan Kereta Api dan Koordinasi Antara Pintu Kepintu Perlintasan Kereta yang harus segera dibenahi yang menyebabkan Kecelakaan KA dan tidak boleh terulang kembali, karena Kereta Api adalah Kendaraan yang seharusnya nyaman dan aman bagi para penumpangnya.
*8beritanews.com