Bupati Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan, peristiwa banjir yang merendam sejumlah wilayah di 27 kecamatan akan segera ditetapkan sebagai status tanggap darurat bencana.
Saat ini, surat keputusan (SK) penetapan status tersebut masih dalam proses administrasi di internal Pemerintah Kabupaten Tangerang. "Sebentar lagi saya tanda tangani (SK) ya. Supaya kita semua konsep terhadap itu," tegas Bupati Maesyal.
Sementara ini, Maesyal memastikan, pihaknya akan terus memberikan penanganan jangka pendek yang maksimal terhadap warga terdampak banjir dengan memberikan bantuan logistik dan hunian sementara berupa tenda pengungsian, hingga pelayanan kesehatan.
"Kita tidak melihat ke belakang siapa yang keliru, siapa yang salah, tetapi bagaimana upaya kita sekarang supaya banjir ini bisa tertangani dan bisa diminimalisir," jelas Maesyal. Selasa (27/1/2026).
Untuk penanganan jangka panjang, Maesyal menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun sejumlah pintu air, pelebaran drainase, dan membeli mesin pompa air untuk meminimalisir dampak bencana di wilayah rawan banjir seperti di Kecamatan Jayanti dan Kosambi.
Selain itu, kata Maesyal, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengenai pembangunan tanggul serta normalisasi sejumlah aliran sungai yang kerap memicu banjir di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang, di antaranya Sungai Cidurian, Cimanceuri, Cirarab dan Situ Gelam.
*8beritanews.com
Saat ini, surat keputusan (SK) penetapan status tersebut masih dalam proses administrasi di internal Pemerintah Kabupaten Tangerang. "Sebentar lagi saya tanda tangani (SK) ya. Supaya kita semua konsep terhadap itu," tegas Bupati Maesyal.
Sementara ini, Maesyal memastikan, pihaknya akan terus memberikan penanganan jangka pendek yang maksimal terhadap warga terdampak banjir dengan memberikan bantuan logistik dan hunian sementara berupa tenda pengungsian, hingga pelayanan kesehatan.
"Kita tidak melihat ke belakang siapa yang keliru, siapa yang salah, tetapi bagaimana upaya kita sekarang supaya banjir ini bisa tertangani dan bisa diminimalisir," jelas Maesyal. Selasa (27/1/2026).
Untuk penanganan jangka panjang, Maesyal menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun sejumlah pintu air, pelebaran drainase, dan membeli mesin pompa air untuk meminimalisir dampak bencana di wilayah rawan banjir seperti di Kecamatan Jayanti dan Kosambi.
Selain itu, kata Maesyal, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengenai pembangunan tanggul serta normalisasi sejumlah aliran sungai yang kerap memicu banjir di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang, di antaranya Sungai Cidurian, Cimanceuri, Cirarab dan Situ Gelam.
*8beritanews.com