BNN Bentuk 1.818 Fasilitator Pencegahan Narkoba Hingga Ke Desa.
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengerahkan 1.818 fasilitator P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) untuk memperkuat upaya pencegahan narkoba hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Langkah strategis ini yang diumumkan BNN bertujuan untuk Meningkatkan efektivitas program di wilayah terkecil desa dan kelurahan agar masyarakat lebih sadar akan bahaya narkoba.
Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan respons cepat terhadap hasil survei prevalensi nasional tahun 2025. Data menunjukkan angka penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta jiwa.
"Kondisi ini mendorong BNN untuk terus memperkuat layanan P4GN melalui pembentukan fasilitator sebagai garda terdepan di masyarakat," ujar Tantan di Jakarta, Rabu, (1/4/ 2026).
Tantan Sulistyana, menekankan bahwa walau keterbatasan dalam anggaran, tidak boleh menjadi hambatan bagi insan antinarkoba untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Para fasilitator, yang terdiri dari pegawai BNN pusat hingga daerah, telah dibekali pelatihan bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, hukum, dan layanan publik.
Kehadiran mereka ditargetkan untuk mempercepat implementasi program Desa dan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di seluruh Indonesia.
*8beritanews.com
Langkah strategis ini yang diumumkan BNN bertujuan untuk Meningkatkan efektivitas program di wilayah terkecil desa dan kelurahan agar masyarakat lebih sadar akan bahaya narkoba.
Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan respons cepat terhadap hasil survei prevalensi nasional tahun 2025. Data menunjukkan angka penyalahgunaan narkoba meningkat menjadi 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta jiwa.
"Kondisi ini mendorong BNN untuk terus memperkuat layanan P4GN melalui pembentukan fasilitator sebagai garda terdepan di masyarakat," ujar Tantan di Jakarta, Rabu, (1/4/ 2026).
Tantan Sulistyana, menekankan bahwa walau keterbatasan dalam anggaran, tidak boleh menjadi hambatan bagi insan antinarkoba untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Para fasilitator, yang terdiri dari pegawai BNN pusat hingga daerah, telah dibekali pelatihan bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, hukum, dan layanan publik.
Kehadiran mereka ditargetkan untuk mempercepat implementasi program Desa dan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di seluruh Indonesia.
*8beritanews.com