8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Begini Kondisi Indonesia Saat Air di Dunia Mulai Berkurang 50 persen

Begini Kondisi Indonesia Saat Air di Dunia Mulai Berkurang 50 persen
Dalam diskusi yang dihelat di kantor Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembanguan, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026) lalu.

Kementerian PU yang dipaparkan oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Bob Arthur Lombogia,mengatakan neraca ketersediaan air di Indonesia umumnya mengalami surplus. Hal ini terlihat di beberapa kawasan pulau Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi Maluku, dan Papua.

Hanya saja khusus untuk Pulau Jawa dan Bali neraca airnya mengalami defisit. Ketersediaan air di dua wilayah ini jumlahnya lebih sedikit daripada kebutuhan airnya.

"Jawa dan Bali ini mengalami defisit. Khususnya di Jabodetabek," ujar Bob

Dia juga memaparkan sejauh ini potensi air permukaan Indonesia cukup besar jumlahnya mencapai 2.967,7 miliar meter kubik per tahun. Masalahnya adalah air sebanyak itu tidak menjamin ketersediaan air merata karena hanya sekitar 1.845,7 miliar meter kubik yang tertampung, baik penampungan alami maupun buatan. Menurutnya, seringkali air-air ini tak tertampung dan hanya mengalir begitu saja ke laut.

Masalah berikutnya adalah distribusi air antar pulau juga sulit dilakukan, ketika air surplus di suatu daerah tak bisa dialihkan ke daerah lainnya apalagi bila berbeda pulau.

"Potensi air permukaan Indonesia mencapai 2.967,7 miliar meter kubik per tahun. Kondisi ini tak serta merta menjamin ketersediaan air merata dan optimal karena kapasitas air tertampung hanya sebesar 62%, 38% air terbuang ke laut karena tampungan yang terbatas," kata bob.

*8beritanews.com