Apakah demi Jokowi dan Prabowo, Anies Akan ditinggalkan Surya Paloh ?
Berita Politik - Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, dalam sebuah podcast mengungkapkan bahwa hubungan Surya Paloh dengan Jokowi dibangun atas dasar “kerelaan untuk dipimpin.”
Pada Pilpres 2014, NasDem disebut menjadi salah satu partai yang paling awal mendukung Jokowi, meski Surya Paloh dikenal memiliki karakter politik yang kuat dan dominan.
Menurut Willy, saat itu Paloh bersedia menekan ego politiknya demi mendukung kepemimpinan Jokowi.
Situasi berbeda disebut terjadi dalam hubungan Surya Paloh dengan Prabowo.
Willy menilai keduanya memiliki karakter kepemimpinan yang sama-sama kuat atau “alfa”, sehingga hubungan politik yang terbangun lebih bersifat sejajar.
Karena itu, NasDem dinilai lebih nyaman membangun komunikasi politik dengan pemerintahan Prabowo sebagai mitra setara, bukan dalam posisi subordinat.
Di tengah kedekatan baru NasDem dengan Prabowo, posisi Anies Baswedan mulai menjadi sorotan.
Anies sebelumnya diusung NasDem pada Pilpres 2024 dan menjadi simbol perubahan yang digaungkan koalisi saat itu.
Namun kini, muncul spekulasi bahwa arah politik NasDem mulai bergeser seiring terbentuknya komunikasi yang lebih intens dengan kubu Prabowo.
Perubahan konfigurasi politik pasca-Pilpres 2024 membuat publik mempertanyakan masa depan hubungan antara NasDem dan Anies.
Meski belum ada pernyataan resmi soal dukungan politik ke depan, dinamika ini dianggap menunjukkan bagaimana kepentingan dan strategi elite politik terus berubah mengikuti situasi kekuasaan nasional.
sumber : poliscope.
*8beritanews.com
Pada Pilpres 2014, NasDem disebut menjadi salah satu partai yang paling awal mendukung Jokowi, meski Surya Paloh dikenal memiliki karakter politik yang kuat dan dominan.
Menurut Willy, saat itu Paloh bersedia menekan ego politiknya demi mendukung kepemimpinan Jokowi.
Situasi berbeda disebut terjadi dalam hubungan Surya Paloh dengan Prabowo.
Willy menilai keduanya memiliki karakter kepemimpinan yang sama-sama kuat atau “alfa”, sehingga hubungan politik yang terbangun lebih bersifat sejajar.
Karena itu, NasDem dinilai lebih nyaman membangun komunikasi politik dengan pemerintahan Prabowo sebagai mitra setara, bukan dalam posisi subordinat.
Di tengah kedekatan baru NasDem dengan Prabowo, posisi Anies Baswedan mulai menjadi sorotan.
Anies sebelumnya diusung NasDem pada Pilpres 2024 dan menjadi simbol perubahan yang digaungkan koalisi saat itu.
Namun kini, muncul spekulasi bahwa arah politik NasDem mulai bergeser seiring terbentuknya komunikasi yang lebih intens dengan kubu Prabowo.
Perubahan konfigurasi politik pasca-Pilpres 2024 membuat publik mempertanyakan masa depan hubungan antara NasDem dan Anies.
Meski belum ada pernyataan resmi soal dukungan politik ke depan, dinamika ini dianggap menunjukkan bagaimana kepentingan dan strategi elite politik terus berubah mengikuti situasi kekuasaan nasional.
sumber : poliscope.
*8beritanews.com