Analisa Pengamat Soal Masyarakat Khawatir Sensus Ekonomi 2026.
Jakarta - Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung sejak Juni lalu menemui sejumlah kendala di lapangan.
Sebagian masyarakat di sejumlah wilayah memberi reaksi penolakan terhadap kedatangan petugas yang mendata.
Ada yang tidak hanya menolak didata, tapi juga sampai mengusir petugas Sensus Ekonomi karena dianggap terlalu mengulik ruang privat masyarakat.
Masyarakat pun khawatir terhadap kerahasiaan data yang mereka berikan kepada petugas.
Belakangan juga muncul kabar tidak menyenangkan, ketika Sensus Ekonomi 2026 menjadi celah bagi petugas gadungan untuk melancarkan aksi penipuan.
Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Fatkur Huda mengatakan kekhawatiran masyarakat terhadap pendataan dari petugas Sensus Ekonomi 2026 sangat beralasan.
“Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk kepentingan perpajakan, pengawasan usaha, atau bahkan kepentingan lain di luar tujuan sensus,” ujar Fatkur seperti dikutip dari mojok.co.
Fatkur memahami, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebenarnya menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia.
Hanya saja, pemerintah harus memahami juga bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Jika partisipasi masyarakat menurun, data yang tidak lengkap atau tidak akurat berpotensi menurunkan kualitas hasil sensus sehingga kebijakan yang dihasilkan menjadi kurang tepat sasaran.
“Oleh karena itu, membangun kepercayaan masyarakat merupakan tantangan yang sama pentingnya dengan proses pendataan itu sendiri,” tegas Fatkur.
*8beritanews.com
Sebagian masyarakat di sejumlah wilayah memberi reaksi penolakan terhadap kedatangan petugas yang mendata.
Ada yang tidak hanya menolak didata, tapi juga sampai mengusir petugas Sensus Ekonomi karena dianggap terlalu mengulik ruang privat masyarakat.
Masyarakat pun khawatir terhadap kerahasiaan data yang mereka berikan kepada petugas.
Belakangan juga muncul kabar tidak menyenangkan, ketika Sensus Ekonomi 2026 menjadi celah bagi petugas gadungan untuk melancarkan aksi penipuan.
Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Fatkur Huda mengatakan kekhawatiran masyarakat terhadap pendataan dari petugas Sensus Ekonomi 2026 sangat beralasan.
“Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk kepentingan perpajakan, pengawasan usaha, atau bahkan kepentingan lain di luar tujuan sensus,” ujar Fatkur seperti dikutip dari mojok.co.
Fatkur memahami, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebenarnya menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia.
Hanya saja, pemerintah harus memahami juga bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Jika partisipasi masyarakat menurun, data yang tidak lengkap atau tidak akurat berpotensi menurunkan kualitas hasil sensus sehingga kebijakan yang dihasilkan menjadi kurang tepat sasaran.
“Oleh karena itu, membangun kepercayaan masyarakat merupakan tantangan yang sama pentingnya dengan proses pendataan itu sendiri,” tegas Fatkur.
*8beritanews.com