8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Aktivis Lingkungan Bantu Warga Kunciran Krisis Air Bersih

Aktivis Lingkungan Bantu Warga Kunciran Krisis Air Bersih
8beritanews.com - Setelah tiga bulan berjuang mendapatkan air bersih, warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mulai memiliki harapan baru.

Upaya menghadirkan sumber air bersih baru yang dibantu aktivis lingkungan menjadi angin segar bagi warga yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Sebelumnya, warga terpaksa meminta air kepada tetangga yang sumurnya masih mengeluarkan air atau mengambilnya dari masjid, bahkan rela antri hingga tengah malam saat bantuan air bersih tiba. Kondisi tersebut dialami sejumlah warga setelah sumber air sumur pompa di lingkungan mereka tidak lagi mencukupi.

Ketua RT 03/02 Kunciran Jaya, Risin, mengungkapkan keluhan kekeringan mulai dirasakan warga sekitar tiga bulan lalu. Persoalan itu awalnya diketahui setelah sejumlah warga kesulitan mendapatkan air dari sumur pompa.

"Keluhan warga dari tiga bulan lalu, di wilayah RT 02 ," terang Risin, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Risin, kondisi kekeringan semakin terlihat ketika salah seorang warga mencoba menggali sumur pompa hingga tiga kali, tetapi tidak membuahkan hasil. Warga sempat menduga mesin pompa air mengalami kerusakan.

"Dari situ saya coba cari kabar lewat grup WA warga siapa aja warga yang kekeringan," ujar Risin, Ketua RT yang mengayomi sekitar 70 Kepala Keluarga.

Dari penelusuran tersebut, diketahui sejumlah wilayah ikut terdampak, yakni RT 02 dan RT 03 di RW 02 serta RT 04 dan RT 05 di RW 03. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, kekeringan mulai meluas ke wilayah Cipete yang berbatasan dengan Kunciran Jaya.

"Nah sekarang melebar ke Cipete gang Katuk perbatasan dengan Kunciran Jaya, kemaren RTnya minta bantuan ke Kita untuk bantuan kiriman air bersih, bahkan gang bebek Cipete juga sudah mulai terdampak kekeringan," ungkapnya.

Di tengah kesulitan tersebut, aktivis lingkungan hidup dari Saba Alam Indonesia Hijau (SAIH), Pahrul Roji, turun membantu warga.

Setelah berkomunikasi dengan warga dan pengurus RT, ia mendorong pembuatan sumber air bersih baru sebagai upaya mengatasi krisis yang berlangsung selama berbulan-bulan.

"Setelah Kita Komunikasi dengan warga dan Ketua RT Kita bantu buat sumber air bersih baru, ini sebagai solusi," terang Pahrul Roji.

Kehadiran upaya penyediaan sumber air baru diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan mengurangi ketergantungan pada bantuan air bersih maupun pemberian dari tetangga.

Sebelumnya, warga mengandalkan bantuan air bersih dari PMI, TNI-Polri, dan Perumda Tirta Benteng. Warga bersama pengurus RT juga berinisiatif menyiapkan tempat penampungan agar distribusi bantuan dapat berlangsung lebih merata.

"Di sini Pompa semi Jetpam aja ga dapet, kalau orang punya dana mereka ngedalemin lagi sumber airnya, nah kalau orang yang gapunya mau gimana paling minta ke tetangga, tapi kelamaan kan malu juga," ujar Risin.

Risin menggambarkan sulitnya kondisi warga yang tidak memiliki biaya untuk memperdalam sumur. Mereka terpaksa meminta air kepada tetangga, meskipun keadaan itu tidak mudah untuk terus dilakukan.

*8beritanews.com