Ada Atau Tidak Ada (Demo) TNI siap Menjaga NKRI.
Nasional - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan seluruh jajarannya berada dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan, termasuk isu yang berkembang di media sosial mengenai potensi aksi demonstrasi besar dalam waktu dekat.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, mengatakan kesiapsiagaan merupakan kondisi yang selalu dijaga oleh institusinya, terlepas ada atau tidaknya agenda aksi massa.
"Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya bilang bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari, jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap," ujar Muhammad Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, Nas menegaskan hingga saat ini belum ada langkah pengamanan khusus yang dilakukan TNI terkait isu demonstrasi besar yang ramai diperbincangkan.
Menurutnya, situasi masih dipantau secara normal dan belum memerlukan tindakan luar biasa.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perbincangan publik mengenai kondisi ekonomi nasional, terutama setelah nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat dan pasar saham domestik menunjukkan pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.
*8beritanews.com
sumber :berimbang.com
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, mengatakan kesiapsiagaan merupakan kondisi yang selalu dijaga oleh institusinya, terlepas ada atau tidaknya agenda aksi massa.
"Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya bilang bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari, jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap," ujar Muhammad Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, Nas menegaskan hingga saat ini belum ada langkah pengamanan khusus yang dilakukan TNI terkait isu demonstrasi besar yang ramai diperbincangkan.
Menurutnya, situasi masih dipantau secara normal dan belum memerlukan tindakan luar biasa.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perbincangan publik mengenai kondisi ekonomi nasional, terutama setelah nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat dan pasar saham domestik menunjukkan pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.
*8beritanews.com
sumber :berimbang.com